Minggu, 31 Oktober 2010

Samsung Galaxy Tab Siap Kalahkan iPad

 KOMPAS.com — Samsung meluncurkan produk terbarunya, Samsung Galaxy Tab, Sabtu (30/10/2010). Peluncuran yang digelar di Plaza Senayan itu adalah peluncuran kedua yang dilangsungkan di Asia Tenggara, setelah sebelumnya diadakan di Thailand. Eka Anwar, Head of Marketing HHP Division PT Samsung Electronics Indonesia, optimistis bahwa penjualan Samsung Galaxy Tab akan bagus, terutama jika melihat antusiasme konsumen di hari pertama peluncurannya. Ia bahkan yakin penjualan tablet baru keluaran Samsung ini mampu mengalahkan penjualan iPad buatan Apple. "Saya yakin penjualan produk ini mampu mengalahkan iPad sebab Samsung Galaxy Tab punya keunggulan di portability. Ukurannya lebih kecil, hanya 7 inci, jadi di tangan enak. Selain itu, produk ini juga bisa buat nelepon. Jadi, it does everything," ungkapnya.

Ia mengatakan, saat ini Samsung hanya perlu membangun brand-nya. Hal itu ditekankan sebab mungkin brand lain bisa dengan mudah laku sebab citranya sudah kuat. Ia cukup optimistis dalam membangun citra itu karena saat ini penjualan Samsung pun meningkat dari nomor 3 dunia menjadi nomor 2 dunia.
Menanggapi komentar Steve Jobs bahwa ukuran tablet 7 inci dianggap terlalu kecil, Eka mengatakan, "Saya tidak setuju bahwa ukuran 7 inci terlalu kecil dan 10 inci-lah yang paling enak. Yang menentukan enak atau tidak enak itu kan konsumen, mereka memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Mungkin juga ada yang bilang 10 inci itu kekecilan karena yang dibutuhkan laptop."

Ia mengatakan bahwa ukuran 7 inci cocok karena pas dengan genggaman. Selain itu, bisa dimasukkan dalam saku celana sehingga memudahkan dalam membawa. Dengan ukuran tersebut, pengguna juga sudah memiliki layar yang cukup lebar untuk membaca buku digital atau browsing di internet. Ditambah dua kamera yang ada, kata dia, Samsung Galaxy Tab juga bisa memuaskan orang Indonesia yang masih suka ngobrol.
Memungkas pembicaraan, ia justru mengatakan bahwa penjualan tablet 7 inci akan menjadi tren tahun 2011. "Saya yakin penjualan tablet 7 inci akan jadi tren tahun depan. Tidak hanya Samsung, tapi juga produk lain. Saya yakin persaingannya akan sangat kuat."

Kamis, 28 Oktober 2010

Narkotik di musnahkan di Samarinda

Samarinda. (kompas). Sebanyak 100.000 butir pil koplo, 5.000 butir ekstasi, dan 1 kilogram sabu-sabu dimusnahkan di Kantor Kepolisian Resor Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (28/10/2010).
''Barang bukti itu hasil pengungkapan kasus dua bulan ini,'' kata Kepala Satuan Narkoba Polresta Samarinda Komisaris Erlan Munaji.
Nilai barang bukti itu hampir Rp 4,5 miliar. Apabila dikonsumsi, semua jenis narkotik yang dimusnahkan itu bisa membuat teler 75.000 jiwa orang Samarinda.

Mengantar Sang Juru Kunci Gunung Merapi

Ribuan warga memadati pemakaman juru kunci Gunung Merapi itu. Sejak pagi masyarakat telah menunggu iring-iringan jenazah Mbah Maridjan di pinggir-pinggir jalan. Suasana haru menyelimuti pemakaman Mbah Maridjan di Desa Serunen, Kelurahan Gelagah Harjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.Antusiasme masyarakat itu merupakan bentuk penghormatan terhadap almarhum.

Menurut Yatno, warga setempat,"Mbah Maridjan adalah tokoh masyarakat yang hidupnya dihabiskan di kaki Gunung Merapi. Mbah, menjalankan amanat Sri Sultan IX, dengan tulus. Sehingga apapun yang terjadi terhadap dirinya, beliau tetap setia menjaga amanatnya," ujar petani Desa Serunen itu.
Selain itu, bintang iklan minuman energi Kuku Bima itu juga dikenal sebagai pribadi yang sederna dan humoris. Yatno mengatakan pernah bertemu dengan Mbah Maridjan beberapa kali. "Orang lucu, suka ketawa. Yang saya tahu, Mbah Maridjan juga memperhatikan kehidupan sosial. Beberapa waktu lalu, beliau juga menyumbang untuk membangunan masjid dekat rumahnya. Dan ketika beliau mendapatkan rezeki sebagai bintang iklan. Beliau membagikan kepada masyarakat di sekitar rumahnya. Beliau adalah contoh, masyarakat yang baik dan peduli,"beber Yatno.Selamat Mbah Marijan.
Sumber Yahoo

Senin, 25 Oktober 2010

Candi Muarojambi

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Didy Wurjanto, mengatakan bahwa pihaknya telah mendaftarkan Candi Muarojambi ke Organisasi Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB (Unesco) sebagai salah satu warisan dunia.''Langkah ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menjadikan situs Candi Muarojambi sebagai salah satu warisan dunia,'' kata Didy di Jambi, Jumat (22/10).

Menurut dia, nomor registrasi untuk Candi Muarojambi adalah 5695, bahkan Candi Muarojambi sudah menjadi nomor satu dari sekian banyak kekayaan budaya di Indonesia yang diajukan ke Unesco sebagai warisan dunia."Sekarang Candi Muarojambi berada di peringkat teratas dari beberapa kebudayaan yang diajukan Indonesia menjadi warisan dunia," jelas Didy.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, pihaknya juga berencana mengundang para panelis yang menyaring banyak usulan dari berbagai belahan dunia untuk menjadikan kebudayaan masing-masing menjadi warisan dunia. "Untuk mempercepat proses mendapatkan pengakuan Unesco sebagai warisan dunia itu kami akan mendatangkan para panelis pada November 2010," katanya.

Pemprov Jambi optimistis Candi Muarojambi bisa menjadi warisan dunia, karena di antara beberapa kebudayaan yang diajukan Indonesia, Candi Muarojambi menduduki peringkat pertama. "Banyak yang diajukan, seperti beberapa candi lain di Indonesia, serta kekayaan alam di Provinsi Jambi juga diajukan, namun kami yang terbaik karena kulturnya masih alami," tambahnya.

Namun, Didy mengemukakan, untuk mewujudkan hal itu memerlukan proses yang cukup panjang. Pertama, Indonesia mengajukan kepada Unesco yang akan mengirimkan tim untuk meneliti layak atau tidaknya, setelah itu baru akan ditetapkan.Dampak positif dari pengajuan ini kawasan kunjungan wisata akan meningkat di Provinsi Jambi. Selain itu, sastrawan, ilmuwan, dan para penulis akan banyak berdatangan untuk meneliti dan menulis tentang candi ini. "Hal ini akan menjadikan promosi tersendiri bagi kawasan ini," tandas Didy.

sumber republika

Minggu, 24 Oktober 2010

Tenun Baduy

Anda pasti kenal Tenun, salah satunya adalah tenun baduy asli Banten mulai banyak digemari sebagai bahan baku fashion. Namun, kabar menggembirakan tersebut sekaligus memunculkan kekhawatiran bahwa hasil kerajinan asli Suku Baduy ini akan bakal ditiru orang lain bahkan dijiplak oleh bangsa lain.

Sebab, tenun baduy yang memiliki kekhasan unik baik dari segi bahan maupun warnanya, ternyata juga sudah pernah masuk ke pasar Eropa dan Timur Tengah. Konon dari hasil tenun yang terbuat dari benang kapas warna hitam atau hitam bergaris putih, dan tekstur kainnya yang kasar, justru membuat peminat merasa nyaman dan cocok dengan cuaca di Eropa dan Timur Tengah.

Memang tenun baduy belum setenar tenunan dari wilayah lainnya di Indonesia, seperti tenun songket. Tapi, tenun buduy tak kalah uniknya dengan kain khas Nusantara lainnya dan disukai hingga ke mancanegara. Sejumlah komunitas tenun nusantara pun mulai melirik tenun Baduy untuk dijadikan bahan baku fashion. 

“Tentunya ini peluang pasar yang menggembirakan,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten, Hudaya Latuconsina, di Serang, Banten, Senin (25/10). Menurut Hudaya, yang bisa yang bisa dilakukan Disperindang Banten untuk menghindari peniruan dan penjiplakan, yakni segera mendaftarkan karya tenun baduy Banten sebagai hak paten milik dan karya budaya asli Suku Baduy Banten. "Ini perlu dilakukan karena ada perbedaan yang jelas dengan tenun dari daerah lain." katanya.

Hudaya mengaku khawatir jika karya tenun baduy dipatenkan bukan oleh Suku Baduy melainkan oleh orang lain bahkan oleh negara lain. "Karena itu akan kami kuatkan sebagai hak kekayaan intelektual suku Baduy," jelasnya.Hudaya mengaku optimistis melihat masa depan tenun Baduy di pasar dalam dan luar negeri. “Karena itu kami coba lakukan pendampingan kepada warga Baduy untuk mengembangkan motif, warna, serta ukuran tenunan,” katanya.

Hudaya mengaku menemui kendala untuk mengembangkan tenun Baduy, sebab masyarakat Baduy secara kultur sulit untuk menerima perubahan. Namun, melalui pendekatan dan pengertian yang telah diberikan oleh para pendamping selama berbulan-bulan, ternyata kreativitas masyarakat Baduy dalam menenun mulai muncul.

sumber : republika