Rabu, 03 November 2010

Mbah Ronggo Juru Kunci Gunung Kelud

Nama Mbah Ronggo muncul ke permukaan setelah status Gunung Kelud dinyatakan waspada pada 10 September 2007 lalu. Rasa was-was masyarakat di Desa Sugehwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, terobati setelah Mbah Ronggo menyatakan bahwa kelud belum waktunya meletus. Akhirnya, warga lain kembali berladang dan para petani setiap pagi tetap mencari pakan ternak atau memetik cengkeh.

Mbah Ronggo berperawakan sedang. Sedikit lebih kecil dibanding pria sepantarannya. Namun kekuatan batin lelaki yang tinggal di kaki Kelud ini tidak perlu diragukan. Banyak warga Desa Sugihwaras meminta petunjuk kepada pria yang bernama asli Parjito itu. Warga meminta petunjuk itu sebelum mereka berladang atau sekadar untuk mengetahui cuaca di sekitar Kelud.

Warga Desa Sugihwaras yang terdiri atas empat dusun, yakni Dusun Sugihwaras, Margorejo, Mulyorejo, dan Jambon selalu menunggu keterangan dari Mbah Ronggo tentang aktivitas gunung yang berada di Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur itu.

Saat itu, tim Tanggap Darurat Aktivitas Kelud (TDAK) terus menemukan peningkatan aktivitas Kelud, namun dalam kepercayaan batin Mbah Ronggo, Kelud belum akan meletus. Bukan karena tidak percaya dengan temuan tim ahli seiring terus terjadinya perubahan warna kawah dan peningkatan suhu, kekuatan batin juru kunci ini mengirimkan sinyal khusus.

Mbah Ronggo ditetapkan sebagai juru kunci Gunung Kelud oleh Pemkab Kediri saat menggelar larung sesaji pada 2005. Pria yang dikaruniai dua anak dari dua istri ini disepakati menjadi juru kunci oleh 42 sesepuh desa.

21 Gunung Api Indonesia Siap Meletus

Pusat Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ESDM mencatatkan, ada 21 gunung api yang aktivitasnya sedang meningkat.

"Catatan kita ada 18 gunung yang berstatus waspada, 2 siaga dan 1 berstatus awas," kata Kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Berapi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agus Budianto, Selasa (2/11/2010).

Agus menambahkan gunung api di Indonesia yang berbahaya sebanyak 68 gunung yang tersebar di seluruh wilayah. "Ada 21 yang statusnya waspada hingga awas, dari 68 gunung api bertipe A yang kami pantau," katanya.

Gunung tipe A adalah gunung yang pernah bererupsi sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600. Sedangkan gunung tipe B adalah gunung yang sesudah tahun 1600 tidak lagi mengalami erupsi. Gunung tipe C adalah gunung berapi yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia, atau tidak ada catatan letusannya.

"Ini kami sampaikan agar masyarakat lebih waspada, karena gunung-gunung itu sering didaki, juga sering untuk jalan-jalan, banyak aktivitas warganya. Dengan pemberitahuan ini agar diperhatikan jika ada hembusan panas," lanjut Agus.

18 Gunung yang berstatus waspada:
1. Gunung Sinabung (Karo, Sumut)
2. Gunung Talang (Solok, Sumbar)
3. Gunung Kaba (Bengkulu)
4. Gunung Kerinci (Jambi)
5. Gunung Anak Krakatau (Lampung)
6. Gunung Papandayan (Garut, Jabar)
7. Gunung Slamet (Jateng)
8. Gunung Bromo (Jatim)
9. Gunung Semeru (Lumajang, Jatim)
10. Gunung Batur (Bali)
11. Gunung Rinjani (Lombok, NTB)
12. Gunung Sangeang Api (Bima, NTB)
13. Gunung Rokatenda (Flores, NTT)
14. Gunung Egon (Sikka, NTT)
15. Gunung Soputan (Minahasa Selatan, Sulut)
16. Gunung Lokon (Tomohon, Sulut)
17. Gunung Gamalama (Ternate, Maluku Utara)
18. Gunung Dukono (Halmahera Utara, Maluku Utara)

2 Gunung yang berstaus siaga:
1. Gunung Karangetang (Sulut)
2. Gunung Ibu (Halmahera Barat, Maluku Utara)

1 Gunung bersatus awas, yakni Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta.

3 Desa Masuk Kawasan Rawan Bencana

Tiga desa yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi itu ialah Balerante, Tegalmulyo, dan Tegalmulyo. Ketiga desa tersebut berjarak sekitar tujuh kilometer dari puncak gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu. Ketebalanan abu yang menutup tiga desa tersebut berkisar 0,5 hingga 10 sentimeter.

"Kalau di Dukuh Tlaju, tidak hanya hujan abu tetapi sudah hujan lumpur vulkanik," kata beberapa warga setempat yang telah tiba di Posko Pengungsian Merapi Di Desa Dompol, Kecamatan Kemalang.

Gunung Merapi sejak Kamis (4/11) sekitar pukul 05.00 hingga 10.15 WIB masih terus mengeluarkan suara gemuruh yang diduga luncuran lava secara intensif dan sesekali terdengar suara letusan yang terdengar hingga Lapangan Sidorejo. Akibatnya, anggot tim SAR tidak ada lagi yang berani masuk desa tersebut. Mereka tetap mengamati situasi Gunung Merapi dari Lapangan Sidorejo, Kecamatan Kemalang.

Tiga desa yang tertutup abu vulkanik itu tampak seperti perkampungan mati karena telah ditinggalkan warganya. Jumlah penduduk di Balerante ialah 1.662 orang, Sidorejo 3.973 jiwa, dan Tegalmulyo 2.156.

Hingga sekitar pukul 11.00 WIB puncak Gunung Merapi tertutup awan dan tidak kelihatan dari Lapangan Sidorejo, Kecamatan Kemalang.

Sumber :  inilah.com

Visit Lombok-Sumbawa Year 2012

Lombok dan Sumbawa siap menyambut satu juta wisatawan dalam program Visit Lombok-Sumbawa Year 2012. "Saat berlangsungnya program itu, kami akan menjadi tuan rumah lima ajang MICE (meeting, Imcnentive, comferece, exhibition internasional, di antaranya pertemuan ahli rumput laut dunia, dan kami berharap bisa menjadi tuan rumah Asia Tourism Forum (ATF), 7-17 Juni 2012," kata Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Gita Ariadi, kepada wartawan, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, untuk menyambut Tahun Kunjungan Lombok-Sumbawa 2012 itu, ketersediaan kamar hotel berbintang akan ditingkatkan dari saat ini 2.500 kamar menjadi 4.000 kamar.
"Dan kami berencana membangun convention hall untuk menampung 6.000. peserta ATF," kata Lalu.

Guna menyukseskan Visit Lombok Sumbawa Year 2012 itu, pihaknya akan berpromosi di sejumlah pasar tradisional potensial seperti Australia, Singapura, China, dan Timur Tengah. "Khusus untuk menjaring pasar wisatawan nusantara, kami telah bekerja sama dengan kepala wilayah terkait untuk mengusulkan kepada kantor kementriannya agar menyelenggarakan kegiatan MICE di Lombok dan Sumbawa," katanya.

Dalam waktu dekat, kata Kadis Pariwisata NTB itu, Badan Promoisi Pariwisata NTB juga akan membuka kantor perwakilan di Jakarta, karena Jakarta dianggap sebagai pasar potesial untuk wisatawan nusantara.
"Selain itu kami juga ingin mengajak investor untuk berinventasi di sektor pariwisata di NTB. Pemda akan memberikan insentif khusus bagi investor di bidang pariwisata ini," katanya. 

sumber : inilah.com

Senin, 01 November 2010

Waspadai Cuaca Ekstrim

Yahoo - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Maritim Teluk Bayur Padang, mengimbau pelaku pelayaran dan nelayan untuk mewaspadai cuaca ekstrim yang masih berpotensi terjadi empat hari ke depan di perairan pesisir Sumatera Barat. "Prakiraan gelombang laut Pantai Padang-Mentawai empat hari ke depan masih berpotensi dua sampai tiga meter. Kita minta semua pihak terkait waspada agar terhindar dari hal tak diinginkan," kata Kepala BMKG Maritin Teluk Bayur Padang, Amarizal di Padang, Senin.

Menurut Amarizal, berlangsung cuaca ekstrim di wilayah pesisir pantai barat Sumbar beberapa hari terakhir, dan empat hari ke depan karena dipicu terjadinya badai tropis di perairan selatan Bengkulu-Lampung.
Akibatnya memicu pertumbuhan awan di wilayah pesisir pantai barat Sumbar, termasuk potensi angin kencang yang bisa berpengaruh terhadap gelombang laut. Jadi, tambahnya, angin semuanya mengarah ke wilayah pesisir pantai barat Sumbar, sehingga potensi gelombang di kawasan perairan laut lepas atau bagian barat Mentawai bisa mencapai empat sampai lima meter.

Sedangan di perairan Sumbar antara pantai Padang-Mentawai sewaktu-waktu gelombang laut bisa saja lebih tinggi dari yang diprakirakan, bila ada angin dan cuaca akan hujan. Justru itu, diingatkan kepada para nelayan dan pelaku pelayaran untuk lebih waspada, terutama kalau cuaca mau hujan agar terhindar bencana. Selain itu, relawan dan tim evakuasi dalam menjalankan misi kemanusian di perairan Kepulauan Mentawai, untuk tetap lebih berhati-hati. "Umumnya dalam penyebaran logistik bantuan di Kepulauan Mentawai, untuk korban gempa dan tsunami kapal-kapal kecil nelayan," katanya.

Oleh karena itu, bila cuaca akan turun hujan supaya ditunda perjalanan terlebih dahulu agar tidak terjadi hal-hal diluar dugaan. "Cuaca cepat berubah sehingga perlu kewaspadaan masyarakat, dan nelayan serta pelau pelayaran," imbaunya. Cuaca di wilayah Kota Padang, sejak akhir pekan tidak menentu yang menimbulkan kekhawatiran sejumlah warga. Cuaca sejak pagi mendung, tiba-tiba turun hujan disertai angin kencang. Namun, berlangsung sekitar 30 menit kembali redah, dan berjarak sejam kemudian hujan turun lagi yang disertai angin kencang dan terus berulang hingga malam harinya.

Cuaca Buruk Hadang Tim Medis

Yahoo - Empat perahu bermotor membawa 26 orang dokter dan dua jurnalis televisi nasional terdampar di Tanjung Sabeu, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Mentawai, setelah dihadang badai dan gelombang besar saat menuju lokasi pengungsi tsunami. Koordinator Lapangan Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Akmal di Sikakap, Senin, menjelaskan, empat perahu bermotor itu dihadang cuaca buruk saat berlayar di perairan laut Simalako, sehingga kru perahu terpaksa menepi dan terdampar.

Tim medis dan kru televisi itu bermaksud mengantarkan bantuan bahan logistik dan obat-obatan di daerah terpencil yang terkena tsunami. Menurut dia, tim Basarnas kehilangan kontak dengan tim tersebut sekitar pukul 17.00 WIB. Namun sekitar pukul 19.00 salah seorang anggota tim dapat dihubungi melalui HP satelit yang menyebutkan empat perahu itu terdampar di daerah Tanjung Sabeu dan ke-28 penumpangnya selamat, tambahnya.

Tim SAR belum bisa mengevakuasi atau menjemput 28 orang yang terdampar itu, selain karena malam juga disebabkan gelombang laut menuju Tanjung Sabeu masih tinggi dan cuaca buruk. Menurut rencana tim SAR akan mengevakuasi ke-28 orang itu, Selasa pagi, katanya. Sementara itu, hingga Senin malam jumlah korban meninggal yang telah terdata akibat gempa 7,2 SR diikuti tsunami pada Senin (25/10), tercatat sebanyak 426 orang dan yang masih dicari 75 orang.

Puting Hajar Cirebon

Puluhan pohon besar di pinggir jalan Kota Cirebon tumbang akibat tiupan angin puting beliung, Senin (1/11/2010) sore, menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan memaksa pengguna jalan harus memutar.
Keadaan semakin parah saat angin puting beliung datang memutar hingga merobohkan lima pohon besar di Jalan Kembar tak jauh dari Stasiun Parujakan, Kota Cirebon.Meski angin puting beliung hanya berlangsung 10 menit, namun akibatnya cukup parah. Pohon-pohon tumbang ke jalan hingga menutup  akses kawasan tersebut. "Jalan tertutup total, kendaraan tidak bisa melintas sampai batang pohon tumbang yang melintang berhasil disingkirkan," kata Arif warga setempat.

Pohon tumbang juga terjadi di sejumlah jalan seperti Jalan Siliwangi, Tentara Pelajar, Veteran dan Cipto. Bahkan dua pohon besar di Jalan Siliwangi dekat Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon tumbang ke jalan, namun beruntung tak ada kendaraan umum yang biasanya mangkal di kawasan tersebut. Andi salah seorang warga di Jalan Kartini mengatakan, angin bertiup berputar-putar di dari arah selatan menuju utara kemudian ke timur di sekitar jalan Siliwangi dan Kartini.

"Awalnya dari arah selatan Jalan Siliwangi kemudian berputar-putar menuju selatan. Pohon-pohon bergoyang dan sebagian  tercabut kemudian roboh ke jalan, terutama di dekat Alun-alun Kejaksan," kata Andi.
Pohon yang tumbang ke jalan cukup membuat repot petugas kepolisian dan TNI serta warga setempat. Hingga hujan reda sekitar pukul 19.00 WIB, petugas polisi dan warga masih tampak bergotong royong membersihkan jalan dari batang pohon yang melintang.

Wedus Gembel Gunung Merapi

Kompas - Gunung Merapi setidaknya menyemburkan sepuluh kali awan panas atau dijuluki wedhus gembel oleh warga setempat, Selasa (2/10/2010) pagi. Guguran  dalam ukuran sedang pertama kali terjadi sekitar pukul 05.25 WIB, guguran  dalam ukuran kecil sampai sedang terus terjadi hingga sekitar pukul 06.40 WIB. Berdasarkan laporan petugas pemantau di Balerante, Dusun Gondang, Kecamatan Kemalang, Jawa Tengah, seluruh guguran bergerak ke arah selatan dengan jarak luncur sekitar satu kilometer. Kepulan awan berwarna hitam dan kekuning-kuningan itu mengurai ketika tertiup angin ke arah timur. Pergerakan awan bervariasi, dari lambat hingga cepat. Tak hanya awan, guguran batu-batu vulkanik ikut meluncur dari puncak gunung.

Meski Merapi terus menyemburkan awan panas, warga tetap nekat kembali ke rumah. Seperti pagi ini, puluhan warga nekat kembali ke Desa Sambung Rejo yang berjarak sekitar 4 kilometer dari puncak Merapi. Dari lokasi pengungsian, mereka bergerak dengan menumpang truk. Truk sempat berhenti sesaat di sekitar pos pengamatan ketika melihat awan panas menyembur. Sebelumnya, Merapi mengeluarkan lava panas dan asap putih mulai pukul 03.30. Lava berwarna kemerah-merahan itu mengalir ke arah tenggara.

Minggu, 31 Oktober 2010

Samsung Galaxy Tab Siap Kalahkan iPad

 KOMPAS.com — Samsung meluncurkan produk terbarunya, Samsung Galaxy Tab, Sabtu (30/10/2010). Peluncuran yang digelar di Plaza Senayan itu adalah peluncuran kedua yang dilangsungkan di Asia Tenggara, setelah sebelumnya diadakan di Thailand. Eka Anwar, Head of Marketing HHP Division PT Samsung Electronics Indonesia, optimistis bahwa penjualan Samsung Galaxy Tab akan bagus, terutama jika melihat antusiasme konsumen di hari pertama peluncurannya. Ia bahkan yakin penjualan tablet baru keluaran Samsung ini mampu mengalahkan penjualan iPad buatan Apple. "Saya yakin penjualan produk ini mampu mengalahkan iPad sebab Samsung Galaxy Tab punya keunggulan di portability. Ukurannya lebih kecil, hanya 7 inci, jadi di tangan enak. Selain itu, produk ini juga bisa buat nelepon. Jadi, it does everything," ungkapnya.

Ia mengatakan, saat ini Samsung hanya perlu membangun brand-nya. Hal itu ditekankan sebab mungkin brand lain bisa dengan mudah laku sebab citranya sudah kuat. Ia cukup optimistis dalam membangun citra itu karena saat ini penjualan Samsung pun meningkat dari nomor 3 dunia menjadi nomor 2 dunia.
Menanggapi komentar Steve Jobs bahwa ukuran tablet 7 inci dianggap terlalu kecil, Eka mengatakan, "Saya tidak setuju bahwa ukuran 7 inci terlalu kecil dan 10 inci-lah yang paling enak. Yang menentukan enak atau tidak enak itu kan konsumen, mereka memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Mungkin juga ada yang bilang 10 inci itu kekecilan karena yang dibutuhkan laptop."

Ia mengatakan bahwa ukuran 7 inci cocok karena pas dengan genggaman. Selain itu, bisa dimasukkan dalam saku celana sehingga memudahkan dalam membawa. Dengan ukuran tersebut, pengguna juga sudah memiliki layar yang cukup lebar untuk membaca buku digital atau browsing di internet. Ditambah dua kamera yang ada, kata dia, Samsung Galaxy Tab juga bisa memuaskan orang Indonesia yang masih suka ngobrol.
Memungkas pembicaraan, ia justru mengatakan bahwa penjualan tablet 7 inci akan menjadi tren tahun 2011. "Saya yakin penjualan tablet 7 inci akan jadi tren tahun depan. Tidak hanya Samsung, tapi juga produk lain. Saya yakin persaingannya akan sangat kuat."

Kamis, 28 Oktober 2010

Narkotik di musnahkan di Samarinda

Samarinda. (kompas). Sebanyak 100.000 butir pil koplo, 5.000 butir ekstasi, dan 1 kilogram sabu-sabu dimusnahkan di Kantor Kepolisian Resor Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (28/10/2010).
''Barang bukti itu hasil pengungkapan kasus dua bulan ini,'' kata Kepala Satuan Narkoba Polresta Samarinda Komisaris Erlan Munaji.
Nilai barang bukti itu hampir Rp 4,5 miliar. Apabila dikonsumsi, semua jenis narkotik yang dimusnahkan itu bisa membuat teler 75.000 jiwa orang Samarinda.

Mengantar Sang Juru Kunci Gunung Merapi

Ribuan warga memadati pemakaman juru kunci Gunung Merapi itu. Sejak pagi masyarakat telah menunggu iring-iringan jenazah Mbah Maridjan di pinggir-pinggir jalan. Suasana haru menyelimuti pemakaman Mbah Maridjan di Desa Serunen, Kelurahan Gelagah Harjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.Antusiasme masyarakat itu merupakan bentuk penghormatan terhadap almarhum.

Menurut Yatno, warga setempat,"Mbah Maridjan adalah tokoh masyarakat yang hidupnya dihabiskan di kaki Gunung Merapi. Mbah, menjalankan amanat Sri Sultan IX, dengan tulus. Sehingga apapun yang terjadi terhadap dirinya, beliau tetap setia menjaga amanatnya," ujar petani Desa Serunen itu.
Selain itu, bintang iklan minuman energi Kuku Bima itu juga dikenal sebagai pribadi yang sederna dan humoris. Yatno mengatakan pernah bertemu dengan Mbah Maridjan beberapa kali. "Orang lucu, suka ketawa. Yang saya tahu, Mbah Maridjan juga memperhatikan kehidupan sosial. Beberapa waktu lalu, beliau juga menyumbang untuk membangunan masjid dekat rumahnya. Dan ketika beliau mendapatkan rezeki sebagai bintang iklan. Beliau membagikan kepada masyarakat di sekitar rumahnya. Beliau adalah contoh, masyarakat yang baik dan peduli,"beber Yatno.Selamat Mbah Marijan.
Sumber Yahoo

Senin, 25 Oktober 2010

Candi Muarojambi

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Didy Wurjanto, mengatakan bahwa pihaknya telah mendaftarkan Candi Muarojambi ke Organisasi Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB (Unesco) sebagai salah satu warisan dunia.''Langkah ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menjadikan situs Candi Muarojambi sebagai salah satu warisan dunia,'' kata Didy di Jambi, Jumat (22/10).

Menurut dia, nomor registrasi untuk Candi Muarojambi adalah 5695, bahkan Candi Muarojambi sudah menjadi nomor satu dari sekian banyak kekayaan budaya di Indonesia yang diajukan ke Unesco sebagai warisan dunia."Sekarang Candi Muarojambi berada di peringkat teratas dari beberapa kebudayaan yang diajukan Indonesia menjadi warisan dunia," jelas Didy.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, pihaknya juga berencana mengundang para panelis yang menyaring banyak usulan dari berbagai belahan dunia untuk menjadikan kebudayaan masing-masing menjadi warisan dunia. "Untuk mempercepat proses mendapatkan pengakuan Unesco sebagai warisan dunia itu kami akan mendatangkan para panelis pada November 2010," katanya.

Pemprov Jambi optimistis Candi Muarojambi bisa menjadi warisan dunia, karena di antara beberapa kebudayaan yang diajukan Indonesia, Candi Muarojambi menduduki peringkat pertama. "Banyak yang diajukan, seperti beberapa candi lain di Indonesia, serta kekayaan alam di Provinsi Jambi juga diajukan, namun kami yang terbaik karena kulturnya masih alami," tambahnya.

Namun, Didy mengemukakan, untuk mewujudkan hal itu memerlukan proses yang cukup panjang. Pertama, Indonesia mengajukan kepada Unesco yang akan mengirimkan tim untuk meneliti layak atau tidaknya, setelah itu baru akan ditetapkan.Dampak positif dari pengajuan ini kawasan kunjungan wisata akan meningkat di Provinsi Jambi. Selain itu, sastrawan, ilmuwan, dan para penulis akan banyak berdatangan untuk meneliti dan menulis tentang candi ini. "Hal ini akan menjadikan promosi tersendiri bagi kawasan ini," tandas Didy.

sumber republika

Minggu, 24 Oktober 2010

Tenun Baduy

Anda pasti kenal Tenun, salah satunya adalah tenun baduy asli Banten mulai banyak digemari sebagai bahan baku fashion. Namun, kabar menggembirakan tersebut sekaligus memunculkan kekhawatiran bahwa hasil kerajinan asli Suku Baduy ini akan bakal ditiru orang lain bahkan dijiplak oleh bangsa lain.

Sebab, tenun baduy yang memiliki kekhasan unik baik dari segi bahan maupun warnanya, ternyata juga sudah pernah masuk ke pasar Eropa dan Timur Tengah. Konon dari hasil tenun yang terbuat dari benang kapas warna hitam atau hitam bergaris putih, dan tekstur kainnya yang kasar, justru membuat peminat merasa nyaman dan cocok dengan cuaca di Eropa dan Timur Tengah.

Memang tenun baduy belum setenar tenunan dari wilayah lainnya di Indonesia, seperti tenun songket. Tapi, tenun buduy tak kalah uniknya dengan kain khas Nusantara lainnya dan disukai hingga ke mancanegara. Sejumlah komunitas tenun nusantara pun mulai melirik tenun Baduy untuk dijadikan bahan baku fashion. 

“Tentunya ini peluang pasar yang menggembirakan,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten, Hudaya Latuconsina, di Serang, Banten, Senin (25/10). Menurut Hudaya, yang bisa yang bisa dilakukan Disperindang Banten untuk menghindari peniruan dan penjiplakan, yakni segera mendaftarkan karya tenun baduy Banten sebagai hak paten milik dan karya budaya asli Suku Baduy Banten. "Ini perlu dilakukan karena ada perbedaan yang jelas dengan tenun dari daerah lain." katanya.

Hudaya mengaku khawatir jika karya tenun baduy dipatenkan bukan oleh Suku Baduy melainkan oleh orang lain bahkan oleh negara lain. "Karena itu akan kami kuatkan sebagai hak kekayaan intelektual suku Baduy," jelasnya.Hudaya mengaku optimistis melihat masa depan tenun Baduy di pasar dalam dan luar negeri. “Karena itu kami coba lakukan pendampingan kepada warga Baduy untuk mengembangkan motif, warna, serta ukuran tenunan,” katanya.

Hudaya mengaku menemui kendala untuk mengembangkan tenun Baduy, sebab masyarakat Baduy secara kultur sulit untuk menerima perubahan. Namun, melalui pendekatan dan pengertian yang telah diberikan oleh para pendamping selama berbulan-bulan, ternyata kreativitas masyarakat Baduy dalam menenun mulai muncul.

sumber : republika